"Solusi Tepat untuk Kebutuhan Galvalum Anda" PT. Nusa Indah Metalindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang building material khususnya galvalum.

Our News

Teknik Pemasangan Rangka Plafon

Posted by admin

Rangka plafon pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan jenis rangkanya yaitu yang menggunakan rangka kayu serta rangka galvalum. Penggunaan rangka kayu saat ini sudah sangat berkurang karena memiliki banyak kelemahan seperti bahan kayu yang baik semakin susah didapat, tidak tahan rayap, serta kayu harus diserut dengan rata untuk mendapatkan pekerjaan yang rapi. Sementara penggunaan rangka galvalum seperti hollow ataupun truss selain bersifat tahan rayap, juga menghasilkan pekerjaan yang lebih cepat dan lebih rapi. PT. Nusa Indah Metalindo memproduksi rangka plafon berbahan galvalum dengan merek Sotho.

Rangka plafon berbahan metal furing atau hollow umumnya menggunakan sistem suspended ceiling. Sistem ini menghasilkan kisi-kisi dari metal yang digantung dibawah atap atau dak beton dengan menggunakan rangkaian kawat. Kisi-kisi ini kemudian ditutup dengan menggunakan papan gypsum. Sistem suspended ceiling terbagi menjadi dua yaitu sistem ekspos (exposed grid) yang menonjolkan kisi-kisi rangka plafon dan sistem tanpa sambungan (concealed grid) yang menghasilkan penampilan yang mulus dan bersih.

Berikut langkah teknis pemasangan rangka plafon :

1. Seluruh item pekerjaan di atas plafon sudah diselesaikan.

2. Ukur garis ketinggian plafon sekeliling ruangan yang hendak dipasang rangka plafon. Anda dapat menggunakan pengukur waterpas pada beberapa titik di sekeliling ruangan.

3. Pasang wall angle (siku metal) sebagai penyangga metal furing. Tempatkan siku metal pada tanda garis. Selalu mulai dengan dinding dengan luas terpanjang. Bor siku metal dengan jarak antar baut/sekrup 40 cm. Pastikan siku dibaut dengan kencang agar kuat menyangga metal furing.

4. Pasang siku metal pada bagian dinding yang lain. Harap diperhatikan bahwa pada sudut dinding, siku metal sebaiknya dipasang saling tindih sepanjang 40 cm. Bentuk siku metal menjadi L di ujung dengan menggunakan gunting hollow. Kencangkan juga semua pada daerah metal yang bertindihan tersebut.

5. Setelah siku metal terpasang, beri garis dengan pensil atau spidol untuk setiap 40 cm sebagai tanda bagi pemasangan metal furing atau hollow. Jarak antar metal furing sebaiknya 40cm atau bila ingin lebih longgar, maksimum 60cm. Semakin besar jarak metal furing atau hollow akan berisiko menghasilkan plafon yang tidak rata atau melengkung.

6. Potong metal furing sesuai dengan panjang yang direncanakan dan tempatkan di atas siku metal. Kencangkan dengan baut.

7. Rangka utama (main channel atau C channel) digantungkan pada kawat penggantung dengan menggunakan U clamp dan ditempatkan di atas metal furing dengan posisi menyilang. Kaitkan persilangan kedua jenis metal tersebut dengan menggunakan channel clamp.

8. Tahap terakhir dari pemasangan rangka adalah penguatan rangka tersebut dengan pemasangan bracket dan hanger.

9. Setelah semua sistem rangka terpasang dengan baik, pastikan juga semua komponen terpasang dengan baik, seperti jaringan kabel, pipa-pipa paralon dll. Setelah semua langkah di atas selesai, barulah dilakukan pemasangan papan gypsum.